Sudah lama aku tidak merasakan getar-getar dalam dada, entah kenapa akupun gak pernah tahu. Pagi itu aku dipertemukan oleh sesosok lelaki yang menurutku sebenarnya biasa saja. Tapi setelah beberapa lama kenal aku merasa nyaman dan bahagia bila dekat denganya. Mendengar namanya aku sudah gak karuan apalagi kalau sampai ngobrol bahkan ketemu sama dia. Dunia maya semakin mendekatkan ku denganya, beribu kata sayang dan cinta membuat aku semakin mudah untuk kena serangan jantung. Senyum bahagia selalu terpancar di wajahku, hingga membuat teman-temanku cemburu.
Hingga pada satu saat, dan entah kenapa semua ini terjadi. Aku seperti bermimpi, dan merasa gak yakin ini bisa terjadi. Seperti tersambar petir di siang bolong kalau orang-orang bilang. Semua yang kuharapkan, semua yang kuinginkan ternyata lari dan menjauh begitu saja. Dia pergi hanya dengan satu pesan, “maafkan aku telah membohongimu”. Pesan itu disampaikan lewat dunia maya yang semakin lama membuatku menjadi orang bloon. Aku sendiri bingung dengan kata-kata itu, apa maksudnya. Apa karena aku terlalu bodoh dalam menyikapi semua ini hingga aku harus merasakan apa yang orang bilang sakit hati.
Ya…entah kenapa saat itu aku merasa menjadi manusia tertolol di dunia. Air mataku keluar begitu saja tanpa kusuruh, aku menangis hal yang pantang kulakukan untuk itu. Padahal aku sendiri gak tahu apa yang aku tangisi, apa aku menangisi kepergianya atau aku menangisi kebodohanku. Tapi yang pasti aku menangis lagi hanya karena apa yang orang sebut dengan cinta, setelah sekian lama aku tak pernah berurusan lagi dengan tetek bengek itu.
Aku gak tahu harus melupakanya atau menyimpanya, seperti yang banyak orang sebut sebagai cinta sejati. Hingga akhirnya muncul sesosok lelaki lagi yang membuatku merasa sedikit punya arti. Tapi disaat aku berdekatan dengannya bukan wajahnya yang ada didepanku, tetapi wajah dia yang telah membuatku menangis lagi. Aku bingung, kenapa aku masih punya harapan atasnya, siapa dia aku tak pernah berhak atas dirinya. Tapi yang pasti aku belum bisa membuang dia dari otakku, bahkan dari hatiku.
Wow….kenapa semua ini terjadi. Dirinya begitu baik padaku, perhatian, dan datang dengan kejujuran. Tapi terlalu banyak jarak yang memisahkan meskipun kita sering bertemu, jarak itu bukanlah ruang dan waktu namun hal lain yang tak sempat kumengerti hingga sekarang. Tapi yang pasti saat ini aku lagi kebingungan, kepalaku seperti berputar-putar. Mungkin kalau ini dunia kartun, dari kepalaku sudah muncul banyak bintang dan juga burung-burung. Bukan dia yang aku mau tetapi kenapa dia yang datang, kenapa dan harus kutanyakan pada siapa???????…………..
(Jogja Jum’at 28 September 2007 12.15 – 12. 20 WIB, disudut ruangan tempatku menghabiskan waktu disiang hari)